Friday, 28 June 2013

Selamat Siang, Risa!

Selamat Siang, Risa!
Disutradarai oleh Ine Febriyanti.

Meskipun tumbuh sebagai seorang yang “jauh” dari dunia politik, Ine Febriyanti mengiyakan tawaran untuk memproduksi film dengan tema nasionalisme. Ketika proses penggalian ide, Ine terinspirasi pengalaman pribadi dirinya sendiri. Sang Ibu sering menceritakan kejujuran sang Ayah kepada Ine kecil sebelum tidur. “Selamat siang, Risa!” merupakan sebuah film singkat berdurasi 17 menit yang mengedepankan integritas seseorang untuk menolak korupsi.

Berlatar belakang setting cerita Indonesia di tahun 1974, film ini mengangkat kesulitan ekonomi yang dilanda Indonesia karena tingginya harga beras. Kebijakan pemerintah menurunkan harga beras agar masyarakat miskin terbantu, merisaukan distributor beras karena akan mengalami kerugian. Banyak distributor yang “menimbun” beras dalam gudang-gudang. Ketika persediaan beras di pasar sedikit atau menipis, harga pun kembali naik.

Di dalam cerita, seorang pegawai rendah yang dipercaya atasan untuk mengelola gudang kantor pun didatangi distributor. Sang distributor menawarkan sejumlah uang agar bisa menyimpan beras di gudang. Namun, sang pegawai dengan penuh kepercayaan diri dan integritas menolak tawaran tersebut di tengah himpitan ekonomi keluarganya. Setelah sang anak tumbuh dewasa, ia pun mengikuti jejak sang Ayah untuk menolak korupsi.

Kesimpulan yang bisa kita petik dari cerita ini adalah:
1.       Mungkin kita berada dalam posisi sebagai orang tidak mampu secara financial atau tidak memiliki kapasitas intelektual yang tinggi, namun dengan integritas tinggi kita tidak akan melakukan hal-hal salah yang akan disesali di kemudian hari.
2.       Kejujuran dan integritas tidak semata-mata lahir dengan sendirinya, namun tumbuh dan dapat diciptakan, mulai dari pendidikan keluarga.


No comments:

Post a Comment